Cinta bersemi di Halte Transjakarta
12 September 2013 | 20:10:00 | Author: diana bochiel
Sejak kejadian hari itu aku mengaguminya, bahkan lebih dari sekedar mengagumi, aku ingin memilikinya, terus bersamanya sampai aku tak bernyawa. Kurasa bukan hanya aku, semua pria aku yakin menginginkan wanita sepertinya, Anis.

“jangan di depan dong kalo ga mau naik!!” seru wanita paruh baya kepadaku, yang sangat tergesa-gesa memasuki Transjakarta. Hampir satu jam aku bersama orang orang di halte busway Harmoni ini, satu jam menunggu Transjakarta jurusan PGC yang biasanya dihinggapi rasa kesal, dan capek kali ini berasa menyenangkan dan satu jam seperti lima menit, semua karenanya. Anis.

Seminggu dari perkenalan singkat itu, aku dibuat tidak konsentrasi saat beraktifitas, hati dan pikiranku selalu mengingat senyum mungil itu, dan rasanya ingin selalu berlama-lama di halte Harmoni supaya bertemu dirinya yang mungkin tidak sama sekali mengingatku. Seperti di ftv, aku lupa minta contactnya karna kondisi yang tidak mendukung, dan seperti di film Ketika Cinta Bertasbih dia sempat menyebut namanya Anis, dan aku hanya melongo sibuk menikmati senyumnya.

Pikiran konyol menyerbuku, apa aku harus telat makan karna sibuk dan pingsan di halte busway lagi, lalu ada wanita cantik menolongku, dan berharap Anis lagi yang menolongku, lalu tukeran contact person tak buang waktu lama untuk mengenal dan aku melamarnya, hidup bahagia. Mimpi.

“Handa, kamu ga pulang?” pertanyaan mengacaukan khayalanku itu berasal dari managerku ibu Tari, khayalanku berantakan dan semua orang sudah meninggalkan tempat kerjanya, hanya aku sendiri di ruangan.

Pukul 19.15 aku berjalan menuju halte busway benhil menuju halte harmoni kemudian naik ke PGC, tidak biasanya aku pulang sangat santai seperti ini, biasanya selalu ontime jam lima, kali ini aku membiarkan khayalanku memenuhi diriku sambil menemani mengerjakan kerjaan. Hari sudah larut malam, sebagian pegawai kantor sudah sampai rumah, aku masih di halte Harmoni, mungkin Anis sudah cantik dirumahnya habis mandi sehabis kerja. Ga mungkin aku bertemu dia jam segini. Antrian ke PGC pun sudah tidak terlalu panjang, semoga dapat duduk, kali ini aku hanya berharap itu karna memang hari ini terlalu lelah.

Aku menghempaskan diriku dibangku tengah Transjakarta, membiarkan mata terpejam diiringi Nada Surf – inside of love, saat aku mencoba mengingat senyum itu yang sudah samar-samar dipikiranku, karna memang hampir sebulan sudah kejadian Anis menolongku pingsan di Harmoni berlalu, tiba tiba rem mendadak transjakarta mengagetkanku dan saat aku membuka mata melirik siapa wanita yang sampe jam segini masih wangi disamping kananku, perlahan aku mecuri pandang dan dia sadar aku melihatnya, senyum itu, iya senyum itu miliknya.

“eh mas yang waktu itu pingsan di Harmoni?”
|
This entry was posted on 20:10:00 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

15 komentar:

On 12 September 2013 at 22:04 , vina devina said...

seru juga kisah cinta nya hehe

 
On 12 September 2013 at 23:12 , Rizki Pradana said...

waah simpel tapi beguuss..
lagi belajar bikin cerpen nih,hehe :p
intinya cerita itu,,kalau jodoh gak kemana,hehe :p

salam EPICENTRUM
, main2 lagi kesini ya :))

 
On 13 September 2013 at 00:33 , mulai perhatikan hal kecil disekitar anda said...

lumayan juga postingan lu kak..

 
On 13 September 2013 at 00:33 , nugraha adi putra said...

katanya cerpen. kalo bersambung mah cerbung bukan cerpen

 
On 13 September 2013 at 00:33 , nugraha adi putra said...

katanya cerpen. kalo bersambung mah cerbung bukan cerpen

 
On 23 September 2013 at 09:30 , dina inova said...

MESUM DI TEMPAT KARAOKE

ROBOT SEX

TELUR TENGA

NGINTIP TETANGGA TIDUR

PEMBESAR PENIS NYATA

 
On 27 September 2013 at 16:49 , BeeBekkkk said...

“eh mas yang waktu itu pingsan di
Harmoni?”

ending nya cuma kayak gitu...hahahahaha, mantap

 
On 4 October 2013 at 11:27 , Lenny said...

simpel tapi bagus ya

 
On 5 October 2013 at 01:39 , diana bochiel said...

Vina : heheh ini fiksi :)

Rizki : makasihhh...

Dimas : iyalah dek, guee...

Ady : kalo ga gw sambungin ttp cerpen kan haha..

Bebek : iya ngeselin ya?

Lenny : makasih :)

 
On 7 October 2013 at 08:15 , volverhank said...

tumben postinganya ga cengengesan ni ? hahaha *piss

 
On 19 February 2014 at 12:58 , AuL Howler said...

Keren hihihi

 
On 7 March 2014 at 11:49 , Anonymous said...

good

 
On 7 March 2014 at 11:51 , Anonymous said...

seru, kalo jodoh ga kemana. ada kenalan ga percetakan dengan harga miring per pcsnya 4000 kalo ada hub 089626645484. chrisna tamas. pondok gede. thanks

 
On 17 July 2014 at 07:56 , dheash1912 said...

hey mba mba yang pernah komen di WePe akuh ... kok ga posting" lagi :(

 
On 7 November 2014 at 12:27 , jagad18 said...

Numpang lewat ya gan :)

http://idr-poker.blogspot.com/

http://beritaolahraga108.blogspot.com/

http://lihatberitaakurat.blogspot.com/

http://liatberitabola.blogspot.com/

http://beritaolahraga1081.blogspot.com/

http://infobolakakiterbaru.blogspot.com/

http://beritasportsterpercaya.blogspot.com/

http://seputarberitabola108.blogspot.com/

http://beritaterbaruseputarolahraga.blogspot.com/

http://agen-bola-sbobet-jagad303.blogspot.com/